Kebun Binatang Surabaya (KBS) adalah salah satu kebun
binatang yang populer di Indonesia yang terletak di Jl. Setail No. 1 Surabaya.
KBS merupakan kebun binatang yang pernah terlengkap se-Asia Tenggara,
didalamnya terdapat lebih dari 351 spesies satwa yang berbeda yang terdiri
lebih dari 2.806 binatang. Termasuk didalamnya satwa langka Indonesia maupun
dunia terdiri dari Mamalia, Aves, Reptilia, dan Pisces
Kebun Binatang Surabaya (KBS) pertama kali didirikan berdasar
SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 No. 40, dengan nama
Soerabaiasche Planten-en Dierentuin (Kebun Botani dan Binatang Surabaya) atas
jasa seorang jurnalis bernama H.F.K. Kommer yang memiliki hobi mengumpulkan
binatang. Dari segi finansial H.F.K Kommer mendapat bantuan dari beberapa orang
yang mempunyai modal cukup.
1916 : KBS didirikan oleh Soerabaiasche Planten-en
Dierentuinyang dimotori oleh HFK Kommer. Saat itu, KBS bernama Kebun Botani
dan Binatang Surabaya.
1920 : Lahan KBS ditetapkan di Wonokromo atas jasa (OJS) Maskapai Kereta Api (kini PT KA).
1970 : KBS menyandang predikat sebagai kebun binatang terlengkap dan terbaik se-Asia Tenggara.
1981-2001 : Konflik di tubuh pengurus KBS mulai terjadi dan memuncak.
1996 : Akibat konflik, pernah ada pemikiran untuk memindahkan KBS ke Jurang Kuping, Surabaya Barat.
2001 : Akibat konflik pula, perkumpulan satwa lantas menghibahkan lahan KBS ke Wali Kota Surabaya.
2001 : Sertifikat lahan KBS menjadi milik Pemkot.
2002-2009 : Konflik berkepanjangan terus berlangsung.
2010 - sekarang : KBS dikelola tim pengelola sementara yang diketuai oleh Tony Sumampou.
2012 - sekarang : Pemkot Surabaya ingin mengambil alih pengelolaan KBS dan minta restu ke Kementerian Kehutanan namun hingga kini izin itu tak kunjung dikantongi Pemkot. Pemkot mengancam mengeksekusi dengan mengambil lahan KBS.
1920 : Lahan KBS ditetapkan di Wonokromo atas jasa (OJS) Maskapai Kereta Api (kini PT KA).
1970 : KBS menyandang predikat sebagai kebun binatang terlengkap dan terbaik se-Asia Tenggara.
1981-2001 : Konflik di tubuh pengurus KBS mulai terjadi dan memuncak.
1996 : Akibat konflik, pernah ada pemikiran untuk memindahkan KBS ke Jurang Kuping, Surabaya Barat.
2001 : Akibat konflik pula, perkumpulan satwa lantas menghibahkan lahan KBS ke Wali Kota Surabaya.
2001 : Sertifikat lahan KBS menjadi milik Pemkot.
2002-2009 : Konflik berkepanjangan terus berlangsung.
2010 - sekarang : KBS dikelola tim pengelola sementara yang diketuai oleh Tony Sumampou.
2012 - sekarang : Pemkot Surabaya ingin mengambil alih pengelolaan KBS dan minta restu ke Kementerian Kehutanan namun hingga kini izin itu tak kunjung dikantongi Pemkot. Pemkot mengancam mengeksekusi dengan mengambil lahan KBS.
Dalam perkembangannya KBS
telah berubah fungsinya dari tahun ke tahun. Kebun Binatang Surabaya yang
dahulu hanya sekedar untuk tempat penampungan satwa eksotis koleksi pribadi
telah dikembangkan fungsinya menjadi sarana perlindungan dan pelestarian,
pendidikan, penelitian, dan rekreasi. Binatang-binatang yang menjadi koleksi
KBS dari tahun ke tahun jumlah dan jenisnya terus bertambah, baik berasal dari
luar negeri maupun yang berasal dari dalam negeri.
No comments:
Post a Comment